Sabtu, 21 Mei 2022 | Jam Digital
 
Home Pemerintah Legislatif Politik Hukrim Selebriti Nasional Pendidikan Ekonomi Travel Sosial Olahraga Teknologi Lifestyle
 
Salahkan Maruf Amin, Erick Tohir Dinilai Tak Fair
Minggu, 09-12-2018 - 17:15:39 WIB
Foto: Cawapres Nomor Urut 1/Istimewa*
TERKAIT:
 
  • Salahkan Maruf Amin, Erick Tohir Dinilai Tak Fair
  •  

    BANGAI.ID, JAKARTA - Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir tidak sepatutnya menyalahkan Ma'ruf Amin atas stagnansi elektabilitas pasangan capres-cawapres nomor urut 01.


    Sementara sejak awal, publik cenderung membaca Ma'ruf dipilih mendampingi Jokowi di Pilpres 2019 untuk menangkal stigma calon petahana anti Islam, anti ulama.


    "Nah kalau tujuan awalnya jadi tameng, bemper, jangan disuruh tiba-tiba jadi mesin, susah. Kalau disuruh jadi mesin, jadi repot," ucap pengamat politik komunikasi politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, beberapa saat lalu (Minggu, 9/12) dilansir dari RMOL.


    Hendri menjelaskan, Ma'ruf ini punya posisi yang khusus, tidak bisa disamakan dengan Prabowo Subianto, Sandiaga Uno apalagi Jokowi. Setidaknya ada tiga alasan dia.


    "Pertama, Pak kiai Ma'ruf ini dengan segala hormat, walaupun dia kiai besar, dia lebih dikenal sebagai kiai struktur dibandingkan kyai grassroot," tutur Hendri.


    Kedua, gaya Ma'ruf yang ulama tidak bisa disamakan dengan gaya milenialnya Sandiaga, piningitnya Jokowi, atau gaya elitnya Prabowo.


    "Gaya ulama, artinya orang yang datang ke dia, bukan dia mendatangi orang," terang Hendri.


    Selanjutnya faktor usia yang memungkinkan Ma'ruf agak lambat bergerak dan harus dimaklumi. Menurut Hendri, Erick sebagai ketum TKN semestinya bisa memperhitungkan kekuatan, kelebihan maupun kelemahan Ma'ruf.


    "Menurut saya tidak fair Abang Erick menyalahkan kiai Ma'ruf. Justru, sekarang saya melihatnya jangan-jangan kelemahannya ada di ketua tim suksesnya juga," cetus Founder lembaga survei KedaiKopi ini.


    Sebetulnya banyak cara yang bisa ditempuh TKN dengan memanfaatkan Ma'ruf sesuai kemampuan yang dimilikinya. Semisal, sebut Hendri, mengadakan tabligh akbar dengan menghadirkan Ma'ruf atau roadshow hafiz Alqur'an.


    "Dia (Ma'ruf) kan bemper, jadi digerakkan. Beda dengan mesin, bisa gerak sendiri. Jokowi bisa gerak sendiri, lah dia mesin. Mesin itu tugasnya mendulang suara banyak," imbuh Hendri.


    Sebelumnya dalam acara Workshop Nasional TKN-TKD Jokowi-Ma'ruf, di Sahid, Jakarta, Jumat (7/12) lalu, Erick berdalil stagnasi elektabilitas Jokowi-Ma'ruf karena cawapresnya belum turun kampanye.(*)




     
    Berita Lainnya :
  • Salahkan Maruf Amin, Erick Tohir Dinilai Tak Fair
  •  
    Komentar Anda :

     
    Indeks Berita
    Begini Tanggapan Pegadaian Soal Gugatan Hak Cipta Layanan Tabungan Emas
    Rabu 18-05-2022 - 07:01
    Imron Calon Kuat Pj Bupati Kampar, Gubri Harus Tolak Nama di Luar Rekom
    Sabtu 14-05-2022 - 20:18
    Silaturrahmi
    Jalin Keakraban, Alumni Angkatan Dua MA-PN Rohul Gelar Buka Bersama
    Rabu 27-04-2022 - 21:22
    Susunan Direksi dan Dewan Komisaris PT Pegadaian Dirombak
    Senin 25-04-2022 - 22:33
    Dr Elizabeth Beberkan Layanan Baru di Eka Hospital Pekanbaru dalam Acara Buka Bersama
    Senin 25-04-2022 - 22:33
    Pegadaian Kanwil II Pekanbaru Gelar Bazar Emas & Kuliner Ramadhan
    Rabu 20-04-2022 - 22:33
    Pegadaian Ajak Nasabah Jadi Sultan Seperti Raffi dan Nagita
    Rabu 13-04-2022 - 21:34
    Pegadaian Siap Salurkan Rp 600 Miliar KUR Syariah untuk Usaha Mikro
    Senin 04-04-2022 - 22:33
    Pegadaian Berhasil Raih 2 Penghargaan BCOMSS Award 2022
    Kamis 24-03-2022 - 21:05
    Pegadaian Outlet Mal Pekanbaru Tetap Buka Senin
    Minggu 13-03-2022 - 22:33
    Lama Tak Bersua Karena Pandemi, Warga Komplek CKR Panam Pekanbaru Temu Kangen Melalui Kegiatan Goro
    Minggu 13-03-2022 - 22:33
     
         
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    Hak Cipta © Bangai.iD | ruang inspiratif