Senin, 20 Agustus 2019 | Jam Digital
 
Home Pemerintah Legislatif Politik Hukrim Selebriti Nasional Pendidikan Ekonomi Travel Sosial Olahraga Teknologi Lifestyle
 
Gendong Bayi Hingga Masak Lapek Bugih, Perjuangan Alumni BSI UIN Imam Bonjol untuk Legalitas Ijazah
Jumat, 26-10-2018 - 10:25:01 WIB
Foto/ist*
TERKAIT:
 
  • Gendong Bayi Hingga Masak Lapek Bugih, Perjuangan Alumni BSI UIN Imam Bonjol untuk Legalitas Ijazah
  •  

    BANGAI.ID, PADANG -- Membuka Hati yang Mendua, Basamo Mako Ka Bisa, begitu kalimat yang tertulis di spanduk Himpunan Alumni Bahasa dan Sastra Inggris Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, saat melakukan audiensi dengan pihak kampus, di Fakultas Adab perguruan tinggi tersebut, Kamis (25/10/2018).

    Sebagian dari belasan mantan mahasiswa tersebut ada yang membawa anak yang masih kecil, usia sekolah taman kanak-kanak, bahkan ada juga yang menggendong anak beberapa bulan ke kampus tersebut. Selain dari Padang, mereka juga datang dari beberapa wilayah lainnya di Sumatera Barat, bahkan ada juga yang di luar Sumatera Barat. 

    Ada juga di antara mereka, yang sengaja memasak parabuang atau kudapan berupa Lapek Bugih. Cerita dari alumni, Lapek tersebut untuk antisipasi jika mereka sudah merasa lapar dalam pertemuan, sekaligus bernostalgia dengan cemilan tersebut.

    Adapun perwakilan alumni BSI yang hadir di antaranya adalah, Nurhamidah, Yeyen Novita, Dona Dasrita, Dewi Kumala Sutra, Melda Fitri, Lisna Janova, Irsyad Sabri, Bustanul Arifan, Jufiadi, Melda Fitri, Muhammad Mukminin, Yulia Patra, Karmila Wahyuni dan Reza. 

    Ya, mereka adalah pejuang yang mewakili rekan-rekan alumni BSI, yang mempertanyakan keabsahan ijazah mereka sebagai alumni IAIN Imam Bonjol Padang, yang sekarang dengan nama UIN Iman Bonjol Padang. 

    Mereka dengan sabar dan ikhlas berangkat ke kampus meninggalkan keluar dan pekerjaan sementara, mewakili kawan-kawan lainnya dari kampus dan jurusan yang sama. Karena untuk mengumpulkan alumni, memang bukan sebuah pekerjaan yang gampang. Walau sudah bersepakat di grup whatsapp, namun banyak saja kendala rekan-rekan lainnya, terutama tidak bisa meninggalkan pekerjaan, karena tidak mendapat izin dari tempat kerja. 

    Mereka yang hadir meminta pihak kampus mengurus legalitas jurusan dan ijazah mereka. Karena banyak para alumni yang merasa tertipu oleh pihak kampus selama ini. Pasalnya setelah menamatkan perkuliahan di kampus tersebut, mereka dengan bangga melamar ke berbagai perusahaan, dan juga seleksi CPNS, namun ternyata ijazah mereka banyak yang ditolak karena masalah legilalitas jurusan. 

    Irsyad Sabri, selaku koordinator alumni menyampaikan, banyak keluhan para alumninyang tidak bisa memanfaatkan ijazahnya, karena jurusan yang mereka masuki dulu ternyata tidak terakreditasi. 

    "Cukup banyak cerita dari kawan-kawan kami, yang saat mendaftar ke perusahaan mereka ditolak, karena jurusan tidak terakreditasi," kata Koordinator alumni Irsyad Sabri, dalam pertemuan tang digelar bersama pihak kampus tersebut, di Fakultas Adab. 

    Dari berbagai pengalaman rekan-rekannya, menurut mantan Uda Uni Sumatera Barat ini, selalu soal jurusan yang tidak terdaftar di Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) yang menjadi masalah, dan ijazahnya belum terdaftar di Forlap Dikti.

    "CPNS, setiap tahun kami hanya bisa menonton, demikian juga seleksi CPNS tahun ini sudah habis harapan kami. Hari ini kami datang agar tahun depan tidak seperti ini lagi kasusnya, teman-teman alumni BSI tidak bisa mengikuti seleksi," imbuhnya. 

    Dalam pertemuan dalam bentuk mediasi tersebut, ada beberapa hal yang telah mendapatkan jawaban dari pihak kampus, seperti akreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BanPT) sudah tidak perlu lagi karena sudah ada surat dari BANPT yang memutuskan program studi yang dibuka sebelum 10 Agustus 2012 dinyatakan terakreditasi sampai sampai 13 Mei 2018. Itu artinya persoalan akreditasi tuntas.

    "Tapi masalah terdaftar di foorlap dikti sedang diusahakan pihak kampus. Kami akan tunggu hasilnya" tutur alumni 2010 ini usai mengikuti audiensi tersebut. 

    Sementara itu, Wakil Rektor (WR) I Bidang Akademik dan Kelembagaan, Hetti Waluati mengatakan, pihaknya akan terus melakukan komunikasi dengan Kemenristek Dikti soal ijazah alumni yang tidak terdaftar tersebut.

    "Ini soal regulasi antara Kemenristek Dikti dengan Kementerian Agama, kita di bawah Kemenag. Jadi ketika aturan yang dipakai dari Kemenristek Dikti kita tidak masuk. Tapi kami akan terus lakukan komunikasi," ujarnya. 

    Dari pihak kampus, pertemuan tersebut dihadiri beberapa petinggi kampus, seperti Dr. Yulizar Yunus, dan beberapa pertinggi Fakultas Adab serta Prof. Dr. Maidir Harun yang saat itu adalah Rektor IAIN Imam Bonjol Padang, dan beberapa jajaran petinggi Fakultas Adab lainnya. 

    Satu persatu mereka menjelaskan tentang jurusan yang kolip tahun 2010 tersebut. "Hari ini kita akan carilah solusi. Ini tanggung jawab kami dan tanggung jawab bersama," ujarnya.

    Senada dengan Prof. Maidir Harun, Dr. Yulizal Yunus yang menjadi dekan waktu BSI masih eksis menyebutkan, solusi yang akan dicarikan bagaimana ijazah ini bisa terpakai dan terdaftar di Forlap Dikti.

    "Saya juga bertanggung jawab soal ini, saya merasakan perasaan alumni. Kami akan carikan solusi terbaik dengan terus berkoordinasi dengan pusat," ujarnya.

    Para alumni BSI berharap, agar pihak kampus serius dan benar-benar memperjuangkan hak alumni. Karena hal ini sangat berdampak kepada masa depan dan anak-anak mereka kelak. (*)




     
    Berita Lainnya :
  • Gendong Bayi Hingga Masak Lapek Bugih, Perjuangan Alumni BSI UIN Imam Bonjol untuk Legalitas Ijazah
  •  
    Komentar Anda :

     
    Indeks Berita
    Penyelenggaraan Uji Kompetensi Guru tahap III di lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru.
    Senin 20-05-2019 - 10:44
    Tabrakan dengan Truk, Pengendara Vixion Ini Tewas di Tempat
    Selasa 14-05-2019 - 14:54
    Dishub Riau Prediksi Angkutan Darat Alami Peningkatan saat Mudik Lebaran
    Selasa 14-05-2019 - 14:50
    FPI Pekanbaru Sweeping Tempat Hiburan Malam, Ternyata Banyak Pujasera Jual Miras
    Selasa 14-05-2019 - 14:44
    MUI Bengkalis Imbau Masyarakat Tolak Ajakan People Power
    Selasa 14-05-2019 - 14:40
    Kebakaran Sering Terjadi di Pekanbaru, Ini Pesan Firdaus
    Selasa 14-05-2019 - 14:34
    Petahana Banyak Tumbang, Ini Caleg Dapil Rohil yang akan Melenggang ke DPRD Riau Gedung DPRD Riau.
    Selasa 14-05-2019 - 14:21
    RAMADHAN,RUMKIT DR.SUKIRMAN LANUD RSN TETAP LAYANI PASIEN
    Senin 13-05-2019 - 22:15
    DPR Diminta Gunakan Hak Angket Selidiki Meninggalnya Ratusan KPPS
    Senin 13-05-2019 - 09:18
    Pasca Kerusuhan di Lapas Siak Lapas Pasirpengaraian Terima 50 Warga Binaan Rutan Siak
    Senin 13-05-2019 - 09:12
    Ribuan Orang di London Turun ke Jalan Dukung Palestina
    Minggu 12-05-2019 - 17:39
     
         
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    Hak Cipta © Bangai.iD | ruang inspiratif