Jum'at, 30 09 2022 | Jam Digital
 
Home Pemerintah Legislatif Politik Hukrim Selebriti Nasional Pendidikan Ekonomi Travel Sosial Olahraga Teknologi Lifestyle
 
Ternyata Inilah Penyebab Ditahannya 3 Dokter RSUD Arifin Achmad
Senin, 26-11-2018 - 22:39:53 WIB
Foto istimewa 
TERKAIT:
   
 

BANGAI.ID, PEKANBARU -- Perhimpunan Ahli Bedah Umum Indonesia (IKABI) Cabang Riau, menyatakan penundaan pelayanan, mulai Senin (26/11) pukul 15.30 WIB sampai batas yang tak ditentukan. 

Hal ini terkait Ditahannya 3 dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Ahmad, Senin (26/11) yang sebelumnya menghadapi proses hukum, yakni dr Kuswan A Pamungkas, SpBP-RE, dr Weli Zulfikar, SpB(K)KL dan Dr drg Masrial, SpBM. 

sekretaris IKABI Riau dr Andrea Valentino SpBS melalui rilisnya kepada BANGAI.ID mengatakan, pihaknya sudah menyepakati hal tersebut atas kesepakatan IKABI Riau. 

Dikatakannya, masyarakat harus mendapatkan penjelasan terkait kronologis ditahannya 3 dokter tersebut, agar tidak mendapatkan informasi yang salah. 

Pada tahun 2012/2013 dikatakan Andrea rekan sejawatnya yang ditahan tersebut tidak bisa melakukan operasi pasien trauma maxilofacial karena RSUD Arifin Ahmad tidak memiliki alat habis pakai dan instrumens operasi untuk menyelenggarakan operasi tersebut. 

"Sehingga management pada saat itu meminjam peralatan teman sejawat yang sedang dalam masalah hukum ini.
Untuk dapat mengganti alat teman sejawat itu, maka management RSUD AA melakukan kerjasama dengan perusahaan lokal agar dapat dibayarkan. Masalahnya timbul pada saat ada pembayaran dan uang tersebut dilarikan oleh pegawai perusahaan yang sudah diberhentikan oleh perusahaan tersebut. Sehingga pemilik perusahaan melaporkan ke polisi sudah terjadi penggelapan," kata dr Andrea. 

Disinilah pelaku di kepolisian mengaku uang tersebut adalah uang untuk membayar alat operasi punya dokter dan polisi melakukan penyelidikan dan terus berlanjut ke penyidikan. 

"Mereka yang disangkakan ada jual beli alat kesehatan sehingga persepsi mereka ada kerugian negara. Disinilah letak diskriminasinya kenapa para dokter yang menjadi tersangka sedangkan para pengambil kebijakan tidak disentuh sama sekali utk diminta pertanggungjawabannya," jelasnya. 

Dia menambahkan, ada upaya hukum diambil untuk melawan keaadaan ini dengan praperadilan. Dalam sidang praperadilan terungkap bahwa BPKP salah menentukan ada kerugian negara, dari saksi ahli juga menguatkan bahwa untuk pengadaan alat dan jasa harus melalui panitia pengadaan yang ada diinstitusi tersebut. 

"Namun apa daya kekuatan ekternal pemangku jabatan lebih kuat sehingga teman kita ini kalah dipraperadilan.
Diupayakan lagi lewat perdata dengan hasil tuntutan teman sejawat sebagian besar dikabulkan majelis hakim. Dan terbukti dari fakta persidangan pihak RSUD AA dan perusahaan lokal melawan hukum dan wajib membayar 460 juta dan mendenda apabila terjadi terlambatnya pembayaran," imbuhnya. 

Karena ada keputusan perdata ini banyak pihak yg merasa terancam dan kasus pidana dipercepat utk p21.
Hari ini mereka dipaksa oleh kejaksaan untuk dengan niat baik membayar kerugian negara tersebut.

"Namun teman kita tersebut tetap dalam pendirian tidak membayar, karena apabila membayar uang tersebut berarti mereka sudah mengakui sudah melakukan perbuatan hukum tersebut. Karena sikap tersebut maka mereka dilakukan penahanan sepertinya sebagai presure buat mereka untuk membayar. 
Nah inilah kronologis kriminalisasi terhadap saudara kita ini. Dan ini jelas mereka dikriminalisasi dan dizholimin. Semoga kasus ini cepat selesai dan saudara kita terbebas dar jerat hukum ini. Mohon dukungan dan doa dari seluruh sejawat sekalian dalam perjuangan ini," ujarnya. 

Sebelumnya IKABI Riau menyatakan dukungan penuh kepada 3 dokter tersebut. 

"Kita bersukur dengan hasil pengadilan perdata yang mengabulkan sebagian besar dari permintaan anggota kami yang disangkutkan melakukan pelanggaran berkaitan dengan Alkes saat bekerja di RSUD Arifin Ahmad, kami akan terus dukung dan bantu anggota kami agar terbebas dari segala tuduhan," kata Darmoen Prawira SpB selaku Ketua PABI Riau, yang didampingi dr Andrea Valentino SpBS, sekretaris IKABI Riau, sehari sebelumnya. 

Selain itu, Biro Hukum Pembinaan dan Pembelaan Anggota (BHP2A) IDI Pusat dr HN Nazar SpB SH MHKes juga menyatakan dukungannya untuk 3 dokter tersebut. 

"Kami tidak boleh memilihak dengan tidak berdasar, artinya, kita meyakini berdiri pada kebenaran, kita tidak boleh sembarang memihak. Dalam hal ini, kami harus memberikan pembelaan kepada anggota kita yang terzalimi," imbuhnya. 

Ketua IDI Riau, Zul Asdi mengatakan, pihaknya juga sangat menyayangkan hal tersebut, karena harusnya 3 dokter tersebut diberikan penghargaan karena telah menyediakan alat, bukan malah kemudian digugat. 

"Mereka sudah bersedia meminjamkan alat, kemudian tidak dibayar lagi, tambah pula digugat, harusnya mereka diberikan penghargaan," ujarnya. 

Kuasa Hukum 3 dokter tersebut, H Firdaus Ajis mengatakan, sampai saat ini sudah berjalan selama 11 bulan proses hukum yang dijalani 3 dokter, dan mereka sangat taat. 

"Untuk melapor setiap Jumat, klien kami tidak pernah meminta dispensasi sehari pun, walau harus melapor setiap Jumat dalam 11 bulan ini," imbuhnya. 

Karen itu, pihaknya meminta agar kliennya tidak ditahan, dengan mengedepankan azas praduga tak bersalah. "Soal benar atau salah biarlah pengadilan nanti yang memutuskan," ujarnya. (Rls)



 
Berita Lainnya :
  • Ternyata Inilah Penyebab Ditahannya 3 Dokter RSUD Arifin Achmad
  •  
    Komentar Anda :

     
    Indeks Berita
    Pilkades
    Soleh Lubis Didorong Penuh Masyarakat Bangun Purba Barat Untuk Maju Kembali di Pilkades
    Rabu 21-09-2022 - 11:08
    Pegadaian Hadirkan Fitur Baru Permudah Nasabah Peroleh Dana Cepat dan Aman
    Rabu 21-09-2022 - 10:29
    Pemilu 2024
    Dihadiri 3500 Orang, Idris Laena Lantik Satkar Ulama Inhil
    Rabu 14-09-2022 - 08:42
    Fraksi Golkar MPR Gelar FGD Bahas Pokok Pokok Haluan Negara
    Senin 12-09-2022 - 09:45
    Ketuk Palu, Pegadaian Menang Telak Atas Gugatan Pelanggaran Hak Cipta Tabungan Emas
    Rabu 07-09-2022 - 20:36
    Wagub Edy Natar Berangkat Umroh Dilepas Kemenag Pakai Travel dari Kampungnya Rohul
    Senin 05-09-2022 - 08:45
    Pengabdian Kepada Masyarakat
    Dosen UIR Beri Penyuluhan Pembuatan Sabun Cuci Piring Pada Ibu-ibu di Kulim
    Senin 05-09-2022 - 08:40
    Inovasi Tabungan Emas Pegadaian Raih Penghargaan ICAII 2022
    Selasa 30-08-2022 - 20:56
    Akan Ada 8 Wajah Pahlawan dalam Uang Baru yang Akan Diluncurkan Bank Indonesia
    Kamis 18-08-2022 - 10:48
    Pertamina Apresiasi Polda Riau yang Berhasil Ringkus Pelaku Penimbun Solar Subsidi
    Kamis 18-08-2022 - 10:42
    Tim Futsal Ameera Hotel Pekanbaru Juarai IHGMA CUP II DPD Riau 2022
    Kamis 18-08-2022 - 10:36
     
         
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    Hak Cipta © Bangai.iD | ruang inspiratif