Minggu, 05 Juli 2020 | Jam Digital
 
Home Pemerintah Legislatif Politik Hukrim Selebriti Nasional Pendidikan Ekonomi Travel Sosial Olahraga Teknologi Lifestyle
 
Pemko Pekanbaru Disarankan Geser Anggaran Daerah untuk 3 Bulan Dalam Penanggulangan Covid-19
Jumat, 17-04-2020 - 09:26:09 WIB
Foto: Peri Akri/ist/*
TERKAIT:
 
  • Pemko Pekanbaru Disarankan Geser Anggaran Daerah untuk 3 Bulan Dalam Penanggulangan Covid-19
  •  

    BANGAI.ID, PEKANBARU -- Dengan diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai Jumat (17/4/2020) ini, dinilai akan ada konsekuensi dalam pelaksanaannya yang akan dijalankan oleh Pemko Pekanbaru.

    Pakar Ekonomi dari Universitas Pelita Indonesia Pekanbaru, Peri Akri mengatakan, dalam hal ini masyarakat harus dirumahkan, saat bersamaan, linear dengan itu, sosial ekonomi juga harus menjadi titik fokus perhatian utama pemerintah.

    "Sebagaimana kita tahu, struktur perekonomian masih didominasi oleh sektor UMKM, artinya perekonomian belum cukup kuat, khusus sektor riil dan kalangan bawah, ditambah pula sebulan ini wabah Covid-19, kalangan menengah bergeser ke kalangan bawah, karena terjadinya kelesuan ekonomi. PHK bisa menjadi tinggi sekali," kata Peri Akri melalui rilisnya, Jumat (17/4/2020).

    Dikatakannya, dalam Perpu nomor 1 tahun 2020, sudah ada pagar hukum untuk pemangku kepentingan dalam penggunaan anggaran. Asal benar penggunaan anggaran tersebut, maka secara pidana maupun perdata tidak akan bisa dituntut.

    "Negara juga sudah menerbitkan surat hutang dalam bentuk US Dollar dan jumlahnya tidak sedikit, yang katanya untuk wabah Covid-19. Kalau perlu APBN APBD murni, terutama anggaran Pemko Pekanbaru yang menjalankan PSBB, paling tidak untuk 3 bulan ke depan, geser saja untuk Covid-19 ini," imbuhnya.

    Untuk Pekanbaru yang jumlah penduduknya kurang lebih 1,2 juta, dikatakan Peri Akri, keuangan daerah dengan modal seperti itu sanggup untuk membuat PSBB menjadi lebih efektif.

    "Jangan fokus kepada 1,2 juta penduduk nya, tapi fokus kepada jumlah KK-nya, yang terkhusus kalangan menengah ke bawah. Berikan besaran upah minimum provinsi saja, atau paling tidak dua juta perbulan untuk satu KK," ujarnya.

    Dia juga mengatakan perlu sinergisitas pusat dan juga provinsi, serta Kota Pekanbaru secara bersama, sehingga memungkinkan untuk efektifnya berjalan PSBB tersebut.

    "Bukankah dalam keputusan persetujuan PSBB di awalnya banyak sekali memperhatikan, menimbang, dan undang-undang ini. Keppres Kepmen, Perda dan segala macamnya. Patut diingat, yang dimaksud dengan masyarakat itu semua kalangan, tidak ada kelas-kelasnya, semuanya adalah masyarakat Indonesia," ucapnya.

    Ia juga mengajak seluruh masyarakat dan pemerintah, untuk efektifkan PSBB ini dengan komitmen yang tinggi dan konsisten.

    "Mari kita makna episode hidup kita di tengah pandemik ini, jangan sampai PSBB ini hanya sekedar normatif saja. Kami pikir memutus mata rantai penularan Covid-19 ini efektif dengan membuat masyarakat di rumah saja, tapi tentu ada konsekuensi sosial ekonominya. Itulah tujuan kita bernegara saat seperti ini, negara hadir bersama masyarakatnya yang sedang kesulitan ekonomi, akibat dampak pandemic ini," tuturnya. (Rls)



     
    Berita Lainnya :
  • Pemko Pekanbaru Disarankan Geser Anggaran Daerah untuk 3 Bulan Dalam Penanggulangan Covid-19
  •  
    Komentar Anda :

     
    Indeks Berita
    Mengaku Tak Sanggup Jalankan Tugas, Bahlil Diminta untuk Serahkan Kembali Jabatannya
    Selasa 30-06-2020 - 12:38
    Gelar Rapat Perdana Setelah PSBB, Begini Strategi Bawaslu Lakukan Pengawasan Pilkada Ditengah Covid19
    Selasa 16-06-2020 - 06:14
    Gemerlap Pasar Malam di The Zuri Hotel Pekanbaru
    Minggu 14-06-2020 - 09:52
    Danlanud Rsn Sambut Kedatangan Panglima TNI Dan Kapolri
    Sabtu 13-06-2020 - 14:50
    Didatangi Sekelompok Orang, Puskopkar Riau Beberkan Alasan Kuasai Lahan Kebun Sawit di Rohul
    Sabtu 13-06-2020 - 09:45
    Syahrul Aidi Wujudkan Mimpi Nenek Hamida Melalui Program Rehab 1.000 Rumah
    Sabtu 13-06-2020 - 07:39
    Perombakan Komisaris dan Direksi BUMN Dinilai Tidak Profesional, Fernando: Banyak Diisi Pensiunan dan Orang Lama
    Senin 08-06-2020 - 08:24
    Ade Minta Ponpes di Riau Agar Diberi Perhatian Khusus oleh Pemprov
    Sabtu 30-05-2020 - 09:03
    Danlanud Rsn Sertijab Danskadud 16
    Jumat 29-05-2020 - 10:27
    Puskopkar Sudah Kuasai Lahan dan Kebun Sawit di Rohul
    Sabtu 23-05-2020 - 16:16
    Generasi yang tak Diinginkan, Sebuah Perbandingan Antara "Yang Disayang" dan "Yang Dibuang"
    Selasa 19-05-2020 - 13:16
     
         
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    Hak Cipta © Bangai.iD | ruang inspiratif