Sabtu, 23 Oktober 2021 | Jam Digital
 
Home Pemerintah Legislatif Politik Hukrim Selebriti Nasional Pendidikan Ekonomi Travel Sosial Olahraga Teknologi Lifestyle
 
Ciptakan Ketahanan Pangan Terintegrasi, Kadis Ketapang Pekanbaru Beberkan Strategi Ketahanan Pangan di Masa Pandemi
Senin, 30-08-2021 - 13:55:38 WIB

TERKAIT:
 
  • Ciptakan Ketahanan Pangan Terintegrasi, Kadis Ketapang Pekanbaru Beberkan Strategi Ketahanan Pangan di Masa Pandemi
  •  

    BANGAI.ID, PEKANBARU - Pemandangan ekonomi hari ini yang telah dimulai pada awal Maret 2020 telah berubah secara drasmatis. Pandemi global akibat Covid-19 telah menghantam seluruh sektor di seluruh dunia tak terkecuali di kota Pekanbaru. 
    Hal ini berimplikasi pada aspek sosial, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat. 
    Implikasinya berdampak terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi, penurunan penerimaan daerah.

    Terjadi peningkatan belanja bidang kesehatan dan upaya menyelamatkan perekonomian. 
    Fokus pada belanja untuk kesehatan, jaring pengaman sosial serta pemulihan perekonomian termasuk untuk dunia usaha dan masyarakat yang terdampak. 
    “Selain mitigasi terhadap sektor kesehatan, sektor ekonomi harus dipertahankan sebagai respons atas penurunan aktivitas masyarakat yang ekonominya terdampak secara langsung,” ujar Walikota Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT pada Rapat Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tingkat Kota Pekanbaru, belum lama ini.

    Hal ini menjadi perhatian Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kota Pekanbaru dengan menerjemahkan arahan walikota bergelar Datuk Bandar Setia Amanah melalui berbagai kebijakan strategis di bidang ketahanan pangan.

    Kepala Dinas Ketapang Alek Kurniawan SP MSi yang juga dikenal dengan sebutan Kadis Akur dalam tim PEN dipercayai sebagai Koordinator Bidang Pertanian, Peternakan dan Ketahanan Pangan.

    Kadis Akur menyebutkan bahwa dalam konteks keberlanjutan ekonomi di suatu daerah secara sederhana dapat diwujudkan melalui optimalisasi investasi, belanja pemerintah, konsumsi masyarakat dan ekspor-impor.


    Menurut dia, hal yang paling logis untuk keberlangsungan hidup ekonomi dari pilihan yang ada saat ini adalah optimalisasi dari belanja pemerintah. 

    Karena tiga indikator lainnya yakni investasi, konsumsi masyarakat dan ekspor impor terus melambat dan tumbuh negatif. 

    “Kita dalam dilematis yang butuh ketelitian dan kesabaran ekstra. Satu sisi menggenjot optimalisasi belanja pemerintah untuk perputaran ekonomi, namun disisi lain pemerintah juga harus melakukan optimalisasi penyediaan dana untuk belanja dimaksud. Makanya prioritas belanja pemerintah saat ini harus yang bermuara kepada Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),” jelas Kadis Akur.

    Alek menegaskan bahwa ada atau tidak adanya Covid-19, sebenarnya isu-isu ketahanan pangan selalu menjadi isu strategis. 

    Hal terpenting menurut Akur bahwasanya perlakuan kepada sektor pangan harus memadai kalau ingin slogan “pangan berdaulat” dapat diwujudkan.

    Karena pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling utama dan pemenuhannya merupakan bagian dari hak asasi manusia yang dijamin dalam konstitusi.
    Lebih lanjut Alek menguraikan langkah-langkah kongkret strategis dalam tiga kelompok besar sesuai SOTK Dinas Ketahanan Pangan yang ia pimpin yaitu ketersediaan & kerawanan pangan, distribusi & cadangan pangan serta konsumsi & keamanan pangan.
    Dalam tugas pokok dan fungsi ketesediaan & kerawanan pangan, dia bersama tim Disketapang dan SKPD mitra terus menggesa optimalisasi belanja kegiatan-kegiatan strategis.

    Di antaranya peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani dan pelaku usaha pangan. Kegiatan ini diwujudkan melalui pemberdayaan masyarakat lewat pengembangan kawasan mandiri Pangan dan Pekarangan Pangan Lestari (P2L). 
    “Peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani dan pelaku usaha pangan mutlak harus dilakukan,” sebut Alek.

    Program strategis yang telah dilakukan Dinas Ketahanan Pangan dalam rangka mengoptimalkan sektor ini melalui Kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dan Pengembangan Kawasan Mandiri Pangan (Kamapan). 

    Optimalisasi kegiatan P2L diarahkan melalui penyaluran stimulus bantuan untuk aktualisasi pemanfaatan lahan pekarangan secara optimal untuk pengembangan ketersediaan pangan yang beraneka ragam pada setiap rumah tangga dalam suatu kawasan. 

    Objek penerima manfaat adalah kelompok wanita tani. Selanjutnya dalam skala yang agak besar, Dinas Ketahanan Pangan juga turut suksesi dalam program kawasan mandiri pangan.


    Yakni kawasan yang dibangun dengan melibatkan keterwakilan masyarakat dalam rangka meningkatkan pengelolaan kelembagaan masyarakat untuk ketahanan pangan.
    Output kegiatan saat ini berupa pemberian bibit tanaman, infrastruktur dan belanja pendukung kegiatan penumbuhan terhadap Kelompok Tani (KT). 
    Dalam kurun dua tahun terakhir untuk kegiatan ini baru mampu menyentuh 39 kelompok tani/ kelompok wanita tani. 

    Sementara jumlah kelompok tani dan kelompok wanita tani yang ada di Kota Pekanbaru berdasarkan aplikasi SIMLUHTAN Kementan ada 400-an kelompok. Rata-rata anggota per kelompok 25-30 orang. 

    Dana ini bersumber dari APBD dengan penguatan dari Dana DID tambahan dan Dana DAK Non Fisik Ketahanan Pangan dan Pertanian.

    “Artinya kita baru dapat memberi stimulus kepada 10 persen dari total jumlah kelompok tani/ KWT yang ada di Kota Pekanbaru,” lanjutnya lagi.

    Dia menyebutkan lagi bahwa terdapat tiga tahap (fase) dalam mewujudkan kesejahteraan petani, tahap pertama: pemberdayaan organisasi petani yakni tahap pemberdayaan kelembagaan petani (pengembangan SDM, pengembangan teknologi dan rekayasa aturan main organisasi).

    Tahap kedua: pengembangan jaringan kemitraan bisnis (network business), dan tahap ketiga: peningkatan daya saing (competitiveness). 

    Walaupun dalam keterbatasan, Alek menyebutkan bahwa program strategis yang menyelaraskan maksud ini adalah Outlet Puan Berseri, Pekan Pangan Madani dan mendorong pemanfaatan sumber daya pangan lokal melalui konsumsi pangan lokal dalam kegiatan-kegiatan di instansi pemerintahan dan instansi lain sebagaimana tertuang dalam Instruksi Walikota Pekanbaru Nomor 521/DKP/2432 tahun 2020. 
    Sehingga APBN ataupun APBD tersalurkan kembali secara langsung kepada masyarakat utamanya kepada pelaku usaha pertanian dan pangan. 
    Wujud nyatanya melalui optimalisasi pemanfaatan Outlet Pangan Puan Berseri, Kegiatan Pekan Pangan Madani dan mendukung penuh pembentukan PT Sarana Pangan Madani sebagai BUMD. 

    Kedepannya Alek juga Mendorong terciptanya pengembangan korporasi usaha tani hulu hilir.

    Outlet Pangan Puan Berseri (Pemasaran Usahan Pangan Bersama Secara Lestari) didirikan pada dasarnya bertujuan untuk menyediakan bahan pangan dari produk segar dan produk olahan yang terjangkau bagi masyarakat.

    Disediakan langsung oleh binaan Ketapang melalui KWT dan KT serta UMKM bidang pangan, Bulog dan vendor lainnya. 

    Sementara PPM yaitu sarana tempat berjualan (market place) penjualan produk-produk pangan segar dan olahan dari para Kelompok Tani (KT), Kelompok Wanita Tani (KWT), UMKM dan pegiat usaha pangan lainnya yang ditaja secara rutin setiap pekannya (Kamis) di Kantor Dinas Ketahanan Pangan pukul 08.00-12.00 WIB. 

    Di tusi ini juga dikenal optimalisasi kegiatan pengadaan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) dalam hal ini komoditas beras. 

    Hal ini menindaklanjuti Surat Menteri Pertanian RI Nomor 91/KN.130/M/5/2020 tentang  Penguatan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah jo Instuksi Menteri Dalam Negeri Nomor 2 tahun 2020 tentang Menjaga Ketahanan Pangan pada saat tanggap darurat pandemi Covid-19. 

    “Ya, kita ada CPPD untuk peningkatan kesiapan pangan untuk menghadapi dampak pandemi Covid-19. Walaupun belum memenuhi standar tapi kita telah menanggapi isu ini sejak awal, dengan adanya perwako sebagai payung hukumnya,” tegasnya.

    Eks Sekretaris DPRD Kota Pekanbaru ini melanjutkan, usaha yang dioptimalkan lainnya melalui pengawasan keamanan pangan segar. Memang saat ini terkendala pendanaan yang belum memadai dan belum adanya laboratorium sehingga sampel yang diperiksa dalam jumlah terbatas. 

    Pengawasan yang dilakukan dengan melakukan uji residu pestisida pangan segar asal tumbuhan menggunakan rapid test kit yang bahan (sampelnya) diperoleh dari pasar-pasar di Kota Pekanbaru.
    Selain itu proyek-proyek strategis yang sudah dituntaskan antara lain dokumen grand master plan ketahanan pangan Kota Pekanbaru dan grand master plan Kawasan siCANTIG (Lokasi Cadangan Pangan Terintegrasi). 

    Dua dokumen induk ini akan menjadi acuan dalam pengembangan kegiatan ketahanan pangan kedepannya dan pelaksanaan kegiatan strategis penguatan lumbung pangan yang memiliki nilai edukasi dan entertainment (edutainment).

    Untuk siCANTIG merupakan suatu bentuk usaha Pemerintah Kota Pekanbaru dalam memberikan edukasi dan sosialisasi sekaligus infrastruktur wisata pertanian yang mengedepan pembelajaran (edukasi) serta wisata agro yang menarik (entertainment).

    Alek menerangkan, bahwa luas kawasan dimaksud adalah 5 hektare di Kelurahan Agrowisata Kecamatan Rumbai.


    Kawasan siCANTIG merupakan kawasan agrowisata, lokasi pembelajaran budidaya pertanian, peternakan dan perikanan. Di tengah kawasan dibuat miniatur Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), juga ada lumbung pangan dan pengolahan pangan.
    “Sesuai semangatnya itu edutainment, kami berharap lewat siCANTIG terfasilitasi kegiatan pemberdayaan masyarakat yang memadai menyentuh berbagai aspek strategis seperti agrowisata, pendidikan, budidaya pertanian dan perikanan serta yang tak kalah penting itu adalah hiburan alam yang menarik,” tutur Kadis Akur.

    Semua kegiatan-kegiatan tersebut tambahnya lagi harus terdokumentasi dengan baik dan memadai. Makanya inovasi dengan pendekatan teknologi informasi dalam layanan publik juga harus diperbaiki. 

    Hal ini yang pada akhirnya melahirkan inovasi yang dinamakan dengan sebutan siTANGAN alias Sistem Manajemen Informasi Ketahanan Pangan. 

    Sistem Manajemen Informasi Pangan ini dibangun untuk menyediakan data dan informasi pangan yang valid dan terkini secara cepat melalui teknologi informasi sehingga memudahkan institusi maupun masyarakat luas dapat mengakses informasi pangan tersebut dengan cepat.

    “Kami punya rumah virtual yang kami sebut dengan siTANGAN. Kami akan mengisi rumah virtual ini dengan data-data strategis di Ketahanan Pangan,” imbuhnya.

    Alek juga sangat mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan OPD mitra seperti Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru yang juga ikut berpartisipasi melakukan pendampingan, penyuluhan, pemberdayaan masyarakat dengan nilai stimulus dalam skala yang lebih besar lagi.

    “Mudah-mudahan kita mampu bersinergi dengan perannya masing-masing sehingga tidak adanya mata rantai yang putus dalam menciptakan ketahanan pangan yang terintegrasi dari hulu ke hilirnya” pungkas ketua Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kota Pekanbaru ini. (Advertorial)



     
    Berita Lainnya :
  • Ciptakan Ketahanan Pangan Terintegrasi, Kadis Ketapang Pekanbaru Beberkan Strategi Ketahanan Pangan di Masa Pandemi
  •  
    Komentar Anda :

     
    Indeks Berita
    Ketua Puskopkar Dilaporkan ke Polda Riau, Polisi Langsung Lakukan Penyelidikan 
    Kamis 21-10-2021 - 23:00
    OJK Minta BRK Lengkapi Berkas Untuk Syarat Konversi ke Syariah
    Senin 18-10-2021 - 08:09
    Ketua Demokrat Rohil Imam Suroso Minta Yusril Santun Berdemokrasi
    Senin 11-10-2021 - 07:34
    Syamsuar Dua Periode Bergemuruh di Meranti, Safari Konsolidasi Golkar Jelang Pemilu Dimulai
    Senin 11-10-2021 - 07:31
    Molornya Konversi Bank Riau Kepri ke Syariah Dianggap Karena Kurang Jemput Bola
    Senin 11-10-2021 - 07:26
    Diapit Sungai Kampar dan Siak, Dinas PUPR Pekanbaru Susun Rencana Pencegahan Banjir
    Jumat 24-09-2021 - 07:40
    Diapit Sungai Kampar dan Siak, Dinas PUPR Pekanbaru Susun Rencana Pencegahan Banjir
    Rabu 22-09-2021 - 19:26
    Forum Pekanbaru Kota Bertuah Bagi Masker ke Sekolah
    Selasa 21-09-2021 - 07:47
    Jelang Pemilu 2024
    PKB Pekanbaru Terbuka Bagi Semua Etnis dan Agama
    Selasa 21-09-2021 - 07:40
    Evaluasi Pejabat Pemprov
    Pimpinan Dewan Riau Minta Gubernur Terima Masukan Wakil Rakyat
    Selasa 21-09-2021 - 07:34
    Segera Dilantik
    Syamsurizal Ajak Kader PPP Riau Bangkit
    Selasa 21-09-2021 - 07:29
     
         
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    Hak Cipta © Bangai.iD | ruang inspiratif