Jum'at, 19 Agustus 2019 | Jam Digital
 
Home Pemerintah Legislatif Politik Hukrim Selebriti Nasional Pendidikan Ekonomi Travel Sosial Olahraga Teknologi Lifestyle
 
34 Napi Masih Kabur, Kapolda Riau Sebut Ada Senjata Petugas Rutan Siak Diduga Dibawa Kabur
Sabtu, 11-05-2019 - 11:07:55 WIB
Foto:  34 napi masih kabur, kapolda riau sebut ada senjata petugas rutan siak diduga dibawa kabur/tribunpekanbaru/
TERKAIT:
 
  • 34 Napi Masih Kabur, Kapolda Riau Sebut Ada Senjata Petugas Rutan Siak Diduga Dibawa Kabur
  •  

    BANGAI.ID, SIAK -- Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo langsung turun ke Rutan Kelas IIB Siak Sri Indrapura, Sabtu (11/5/2019) dini hari.

    Ia menurunkan 2 pleton personel Satbrimobda Polda Riau serta seluruh personel Polres Siak untuk mengendalikan situasi saat terjadi kerusuhan.

    Saat ditemui Tribun di TKP, Irjen Widodo Eko menceritakan kronologis kejadian.

    Berawal dari peristiwa ditemukannya warga binaan melakukan penyalahgunaan Narkoba, Jumat (10/5/2019) pukul 21.00 WIB.

    Petugas Rutan melapor ke Polres Siak sehingga turun tim penyidik. Dilakukan pemeriksaan kepada warga binaan yang bersangkutan.

    "Setelah anggota Polres Siak pulang, terjadi keributan, yang disinyalir dari petugas Rutan yang main kasar kepada warga binaan itu," kata dia.

    Warga binaan lainnya yang melihat kejadian itu tidak terima.

    Akibatnya terjadi kerusuhan sehingga Rutan dikuasai warga binaan dan bangunan dibakar oleh warga binaan saat kerusuhan itu.

    "Masih ada 34 warga binaan yang kabur, kemudian 1 pucuk senjata jenis shootgun milik petugas Rutan hilang. Diduga dibawa kabur warga binaan," kata dia.

    Ia memastikan, tidak ada jenis peluru tajam di Rutan Siak.

    Selain itu, ia memastikan tidak ada korban jiwa yang berjatuhan dalam peristiwa itu. Baik dari warga binaan maupun dari petugas atau kepolisian.

    "Seorang anggota Polisi yang kena tembak bukan dengan peluru tajam. Lengannya terkena sedikit dengan peluru karet, sudah aman tidak ada masalah dengan hal itu," kata dia.

    Peluru yang menyasar ke bagian lengan anggota Polri, AKP Jailani diduga ditembakkan oleh warga binaan.

    Pihaknya akan terus melakukan penyelidikan atas perkara tersebut. Hanya saja dia meminta agar semua pihak dapat mengambil hikmah dari kejadian itu.

    "Yang pasti dalam peristiwa ini kita bisa ambil hikmah, yang pertama over kapasitas, harusnya 125 dihuni oleh 648 orang, itupun kebanyakan perkara Narkoba," kata dia.
    Ia menambahkan, proses evakuasi 
    dilaksanakan dengan pengamanan ketat. Seluruh Napi diborgol dan dikawal ke Rutan tempat penampungan.

    Sementara itu, Tribunpekanbaru.com mendapat informasi tentang jumlah senjata api yang dibawa kabur narapida.
    Diantaranya jenis Glog 3 pucuk, namun 2 pucuk sudah diamankan. Senjata jenis ini hilang hanya 1 pucuk.

    Jenis Shootgun sebanyak 6 pucuk, 5 sudah ditemukan kembali. Juga hilang sebanyak 1 pucuk.

    Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkum HAM, M Diah ditemui di TKP mengaku sedih dengan kejadian itu. Saat mendapat laporan adanya kerusuhan di Rutan Siak ia langsung bergerak dari Pekanbaru menuju TKP. Hal yang sama juga dilakukan Kapolda Riau, Irjen Pol Widodo Eko.

    "Kondisi sudah bisa terkendali dan saat ini dilakukan pendataan untuk evakuasi tahanan dan narapidana," kata M Diah 

    Para tahanan dan narapidana akan dievakuasi ke Rutan Pekanbaru, Rutan Rengat dan dan Lapas Bengkalis. Karena Rutan yang tiga itu dinilai lebih dekat jaraknya dengan Siak.
    Pada kejadian itu, sebanyak 153 narapidana mencoba melarikan diri.

    Sampai pagi Sabtu, sebanyak 119 sudah berhasil ditangkap, di antaranya ada yang menyerahkan diri.

    Napi yang tertangkap dan menyerahkan diri dievakuasi ke tahanan Mapolsek Siak dan Mapolres Siak.

    "Sedangkan Narapidana yang belum berhasil ditangkap ssbanyak 34 orang. Ini yang masih dikejar dibantu oleh pihak kepolisian," kata dia.

    Saat terjadi kerusuhan dan pembakaran Rutan Siak, sebanyak 495 tahanan dan narapidana tetap bertahan di dalam. Mereka berjuang menyelamatkan diri dari kepulan asap.

    "Jadi narapidana yang masih di luar sedang kita usahakan menangkapnya, dan diminta untuk menyerahkan diri," kata dia.

    Atas kejadian itu, ia menegaskan akan memberikan sanksi kepada petugas Rutan bila terbukti bersalah dan bekerja di luar SOP. Sementara itu, bangunan Rutan Siak tidak layak lagi dihuni, sehingga warga binaan harus dievakuasi.

    "Untuk bangunan kita lapor ke pimpinan pusat. Kantor tidak mungkin ditempati, bangunan baru belum ada di Siak," kata dia. Seperti dilansir dari tribunpekanbaru.com, Sabtu (11/5/2019). (*)



     
    Berita Lainnya :
  • 34 Napi Masih Kabur, Kapolda Riau Sebut Ada Senjata Petugas Rutan Siak Diduga Dibawa Kabur
  •  
    Komentar Anda :

     
    Indeks Berita
    Umat Nasrani Lanud Rsn Hadiri Ibadah Bersama TNI-Polri pada HUT Bhayangkara ke 73
    Kamis 18-07-2019 - 14:48
    Panglima TNI: Keberhasilan Tugas Pokok Adalah Sumber Daya Manusia yang Mendukung
    Rabu 17-07-2019 - 08:55
    Danlanud Hadiri Lomba Balap Anjing dan Berburu Babi
    Selasa 16-07-2019 - 12:30
    Danlanud Rsn: Personel Lanud Rsn Harus Miliki Baladiri Karate
    Selasa 16-07-2019 - 11:19
    Danlanud Rsn Dampingi Ketua Yasarini Berikan Motivasi
    Selasa 16-07-2019 - 11:16
    Ny Irenne: Membangun Negeri Membutuhkan Generasi Emas
    Selasa 16-07-2019 - 11:13
    Kordias Apresiasi Terpilihnya Zukri Menjadi Ketua DPD PDIP Riau
    Senin 15-07-2019 - 19:45
    Danlanud Rsn Kirim Personelnya dalam Kegiatan TMMD
    Jumat 12-07-2019 - 15:12
    Danlanud Rsn Hadiri Upacara HUT Bhayangkara ke-73
    Rabu 10-07-2019 - 21:57
    Tim Khafilah MTQ, MHQ, dan MFQ Lanud Rsn Kembali Sabet 6 Juara
    Rabu 10-07-2019 - 19:24
    Pekas Lanud Rsn Hadiri Musrembang Rpjmd Provinsi.Riau
    Senin 01-07-2019 - 19:06
     
         
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    Hak Cipta © Bangai.iD | ruang inspiratif