Senin, 20 Agustus 2019 | Jam Digital
 
Home Pemerintah Legislatif Politik Hukrim Selebriti Nasional Pendidikan Ekonomi Travel Sosial Olahraga Teknologi Lifestyle
 
Gadis Cantik Ini Belajar Kearifan Lokal Negara Lain Dari Kegiatan IFS
Kamis, 21-03-2019 - 21:17:56 WIB
Foto: Ashela Risa/tribunpekanbaru/*
TERKAIT:
 
  • Gadis Cantik Ini Belajar Kearifan Lokal Negara Lain Dari Kegiatan IFS
  •  

    BANGAI.ID ,PEKANBARU -- Mengikuti program Intercultural Friendship Society (IFS) merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi cewek cantik bernama Ashela Risa ini. Banyak pelajaran dan pengalaman yang dipetik wanita berusia 26 tahun ini selama ikut IFS.

    Bagi Ela, demikian ia akrab disapa, terpilih menjadi salah satu delegasi volunteer yang diselenggarakan organisasi pengembangan kapasitas pemuda seperti IFS ini mengajarkannya berbagai hal dalam kehidupan yang belum pernah diketahuinya.

    Kegiatan ini juga memberi kesempatan kepada dirinya untuk berangkat ke luar negeri dan menginjakkan kaki di Kota Hanoi di Vietnam dan Pulau Jeju di Korea Selatan.

    "Kami belajar budaya dan kearifan lokal disana, termasuk membuat kegiatan sosial di kedua negara tersebut," ungkap alumni Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara itu. Seperti dilansir dari tribunpekanbaru.com, Kamis (21/3/2019).

    Awalnya, Ela mendaftar IFS karena ingin niat jalan-jalan dengan biaya murah sekaligus melakukan kegiatan-kegiatan yang positif.

    Ia memang sening mengunjungi tempat-tempat baru, baik di Indonesia maupun di luar negeri, supaya bisa memperluas penguasaan ruang di bumi, dan belajar hal baru dari masyarakat lokal.

    Setelah mendapatkan informasi seputar IFS, ia tertarik karena programnya menarik dan memberikan kesempatan kepada para generasi penerus untuk bisa ke luar negeri sambil belajar budaya lokal di sana.

    Seperti visi IFS itu sendiri yakni menjalin persahabatan dan menebar cinta kasih antar negara melalui kegiatan sosial yang diadakan di negara tujuan program, serta menjadi wadah bagi para delegasi terpilih untuk berjejaring dan mengembangkan kapasitas diri.

    Perempuan kelahiran Dumai 4 Agustus 1992 ini merasakan banyak sekali manfaat selama kegiatan berlangsung selama lima hari. Ia belajar beradaptasi dengan lingkungan yang baru dan bertoleransi dalam perbedaan-perbedan yang ada.

    Ela juga mendapatkan pengetahuan baru tetang sejarah dan budaya suatu negara, termasuk menemukan teman-teman baru yang luar biasa tanpa sekat-sekat perbedaan.

    Di Hanoi Vietnam, mereka mengunjungi Vietnam Friendship Village yakni lokasi perkampungan para veteran perang vietnam dan anak-nak disabilitas korban perang vietnam.

    Ela takjub melihat kondisi para korban yang sangat diperhatikan pemerintah setempat. Bahkan mereka diberikan pelatihan-pelatihan khusus seperti menjahit, komputer, merangkai bunga dan sebagainya agar tetap produktif.

    Hasil karya itu kemudian dijual dan dipamerkan dengan nilai ekonomi. Banyak cerita yang didapatkan tentang jiwa nasionalis dan patriot para veteran dalam mebela negaranya.

    Anak pertama dari tiga bersaudar ini menilai saat ini isu-isu terkait perbedaan menjadi penting, karena sebagian sulit menerimanya hingga kemudian memunculkan kebencian atau perpecahan. Seharusnya perbedaan layak diterima sebagai fitrah manusia dengan menerbar cinta kasih dan kedamain.

    Ia mencontohkan di Korea, budaya yang tertanam yakni menghormati orang yang lebih tua. Di tranportasi umum maupun tempat duduk untuk menunggu busi, orang tua wajib mempersilahkan duduk.

    Ia berharap agar kita di Indonesia juga tidak meninggalkan budaya itu. "Saya cukup resah dengan kondisi remaja atau pelajar yang gak sopan sama orangtua atau guru. Tapi kalau soal makanan, Indonesia tetap juara," harap CPNS di RSUD Bengkalis ini.

    Ia berpesan kaum muda harus meraih kesempatan yang ada dan manfaatkan wadah-wadah yang tersedia untuk belajar hal baru. Termasuk memperbanyak teman, perluas zona nyaman dan penguasaan ruang. Sehingga bisa bermanfaat bagi orang lain, minimal orang di sekitarnya.(*)



     
    Berita Lainnya :
  • Gadis Cantik Ini Belajar Kearifan Lokal Negara Lain Dari Kegiatan IFS
  •  
    Komentar Anda :

     
    Indeks Berita
    Penyelenggaraan Uji Kompetensi Guru tahap III di lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru.
    Senin 20-05-2019 - 10:44
    Tabrakan dengan Truk, Pengendara Vixion Ini Tewas di Tempat
    Selasa 14-05-2019 - 14:54
    Dishub Riau Prediksi Angkutan Darat Alami Peningkatan saat Mudik Lebaran
    Selasa 14-05-2019 - 14:50
    FPI Pekanbaru Sweeping Tempat Hiburan Malam, Ternyata Banyak Pujasera Jual Miras
    Selasa 14-05-2019 - 14:44
    MUI Bengkalis Imbau Masyarakat Tolak Ajakan People Power
    Selasa 14-05-2019 - 14:40
    Kebakaran Sering Terjadi di Pekanbaru, Ini Pesan Firdaus
    Selasa 14-05-2019 - 14:34
    Petahana Banyak Tumbang, Ini Caleg Dapil Rohil yang akan Melenggang ke DPRD Riau Gedung DPRD Riau.
    Selasa 14-05-2019 - 14:21
    RAMADHAN,RUMKIT DR.SUKIRMAN LANUD RSN TETAP LAYANI PASIEN
    Senin 13-05-2019 - 22:15
    DPR Diminta Gunakan Hak Angket Selidiki Meninggalnya Ratusan KPPS
    Senin 13-05-2019 - 09:18
    Pasca Kerusuhan di Lapas Siak Lapas Pasirpengaraian Terima 50 Warga Binaan Rutan Siak
    Senin 13-05-2019 - 09:12
    Ribuan Orang di London Turun ke Jalan Dukung Palestina
    Minggu 12-05-2019 - 17:39
     
         
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    Hak Cipta © Bangai.iD | ruang inspiratif